BLUES REVOLUTION

By: Ibal Apex * 

Pernahkah Anda mendengar nama-nama musisi seperti Stevie Ray Vaughan, Jimi Hendrix, Robert cray, Eric Clapton, Buddy guy, John Mayer atau di Indonesia yang terkenal seperti Gugun, Endah n Resha, sampai Slank? sudah pasti tidak asing lagi di telinga Anda musik seperti apa yang mereka mainkan, jika Anda menjawab Blues, Anda benar. Mereka adalah Bluesman. Sebenarnnya masih banyak lagi musisi yang memainkan genre ini antara lain sesepuh blues W.C Handy, Louis Amstrong, Robert Johnson, BB King, Muddy Waters, Howlin Wolf, John Lee Hooker dan yang lainnya. Mungkin terlintas dalam benak Anda mengenai apa sih Blues itu? Dari mana asalnya? Mengapa disebut Blues? Untuk mengetahuinya, Anda hanya perlu menikmati sejarah Blues yang akan saya tuliskan secara singkat di sini.

Sekitar Tahun 1895 atau pada Abad 19 M terlahir dari lantunan sebagai bentuk pujian dan musik spiritual serta suatu teriakan bagi komunitas buruh tani berkulit hitam dengan gaya ras asal mereka lewat syair kaum-kaum tertindas dengan menggambarkan ketertekanan hati. Dan di daerah semenanjung Delta Mississipi Amerika Serikat inilah lahir dan tumbuh berkembang sebuah aliran musik yang dinamakan Blues yakni berasal dari orang-orang etnis Afrika-Amerika.

Sebelumnnya di era awal kemunculannya yaitu awal perbudakan di Amerika, Blues dimainkan tanpa instrumen karena ada anggapan pada waktu itu agar tidak menimbulkan perlawanan budak terjadi suatu pelarangan untuk menggunakan instrumen seperti pukulan drum yang dilarang orang kulit putih terhadap kulit hitam disebabkan kekhawatiran pada kulit putih terhadap akan bangkitnya komunitas budak yang termarginalkan dan terdiskriminasinya kaum minoritas. Baru kemudian inovasi musik Blues mulai menggunakan instrument sebagai bagian dari evolusinya Blues itu sendiri dalam tumbuh dan berkembang.

Blues identik dengan blue note dan pola call and response yakni dua kalimat diucapkan atau dinyanyikan secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban” bagi kalimat yang pertama dengan kata lain suatu percakapan dan inilah yang diterapkan dalam jenis musik ini. Selain itu kord tertentu yang progresif dengan Blues bar dua belas progresi akord menjadi ciri musik ini, alur bass dan instrument serta lirik tertentu menjadi karakter yang dimiliki oleh musik Blues. Melisma dan intonasi bergelombang merupakan ciri dari style vokal dari Blues, melisma merupakan vokal dengan menggunakan banyak nada dalam satu suku kata, sedangkan intonasi bergelombang  ialah rentetan nada dari mayor ke skala minor (major-minor exchange) dan seterusnya berputar kembali seperti itu yang lahir dari musikalitas ras kulit hitam Afrika barat yang telah ditulis dalam buku Afrika and the blues diterbitkan  University press of mississipi oleh Prof. Kubik seorang akademisi di tahun 1999. Perbedaan mendasar antara Blues  musik Amerika dan Eropa ialah tentang Blues pentatonik dan klasik diatonik. Influenced terhadap musisi pendahulu hal lumrah dalam Blues karena nada yang dimainkan cenderung terdapat kesamaan nada. Blues lebih menonjolkan rasa ketimbang teorinya, bagi para Bluesman berkata “ just play the Blues” dan scale, modes dsb tidak selalu harus diterapkan di Blues akan tetapi spontanitas seperti jamming atau story teller. Jadi Blues bukan sekedar main saja atau dituntuh memainkan musik dengan teratur dan rapi melainkan meluapkan perasaan dengan menyampaikannya kepada para pendengar. Para budak Afrika barat memang sangat mendominasi perkembangan Blues selain itu juga lingkungan urban dan desa-desa di Amerika banyak mempengaruhi perkembangan musik Blues dan banyak jenis musik yang terpengaruh dan berkembang dari Blues sepertiJjazz, R n B, Rock n roll, Country, Rock konvensional, Hip hop, British hingga Reggae.

Blues digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu tradisional Blues, Blues pedesaan dan urban Blues. Urban Blues merupakan Blues perkotaan dengan permainan terkodifikasi serta rumit, hasil bergabungnya country Blues dan elektrik Blues dari musisi Memphis yang hijrah ke Chicago akibat krisis ekonomi sehingga bertransisi sekitar tahun 1930an. Berdasarkan klasifikasinya Blues banyak terbagi lagi antara lain Delta Blues suatu ciri khas Blues kontemporer yang identik dengan permainan slide menggunakan bottleneck dan harmonika seperti bapak Delta Blues Robert Johnson dengan lagu populernya Crossroad, kesan kelam dengan minor pentatonik menghiasi iramannya, selanjutnnya ada yang disebut Piedmont, Blues Chicago, Texas Blues maupun Dallas Blues sampai vaudeville Blues yang hidup sekitar tahun 1920 dan identik dengan penyanyi wanita seperti Marnie Smith. Sekitar tahun 60an sampai 70an Blues mengalami revolusi dan masa transisi dari orientasi akustik berubah ke elektrik hingga terus berkembang dan menyebar luas dengan segala progresifitasnya sampai lahirlah era yang kita kenal Blues rock. Dengan kata lain, Perang dunia II menandai era baru blues yang mengalami revolusi. Dan di era sekarang Blues dimainkan, diciptakan, dipelajari, terus dinikmati dan dikembangkan oleh para pecinta blues diseluruh dunia dan tentu saja mereka menganggumi, mencintai dan menggilainnya dengan segala fanatisme jiwa-jiwa tertindas.

*Gitaris Blues, King of Fire Band, Ex- Line Out

Twitter: @Ibl_Apx

About gmaceh

Gabungan Musisi Aceh
Image | This entry was posted in Essay and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s